Memaknai Prosesi Labuhan di Pantai Drini

Masmin2 08 Juli 2021 12:57:16 WIB

BANJAREJO (SIDA) Warisan adat dan tradisi di Kabupaten Gunungkidul merupakan sebuah mahakarya Adiluhung yang wajib kita jaga dan Lestarikan. Hingga saat ini, selain Rasulan serta Gumbregkan yang sangat identik dengan Kabupaten Gunungkidul, ternyata masih terdapat warisan budaya lain yang masih di uri-uri oleh warga masyarakat Gunungkidul. Salah satunya adalah tradisi Nyadran atau Labuhan, tradisi ini merupakan sebuah upacara adat atau ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Gunungkidul setiap satu tahun sekali.

Di Banjarejo sendiri, Nyadran /Labuhan yang paling menarik perhatian banyak pihak adalah kegiatan nyadran di Pantai Drini. Prosesi tersebut merupakan wujud syukur masyarakat pesisir Pantai Drini atas rezeki yang diberikan selama satu tahun ke belakang, serta sebagai permohonan kepada tuhan Yang maha kuasa, agar ditahun berikutnya bisa mendapatkan rezeki yang lebih baik dan lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

Namun saat ini Prosesi Labuhan dilakukan dengan protokoller kesehatan yang berlaku, sesuai dengan instruksi dari pemerintah guna memutus rantai penyebaran dari Virus Covd-19. Hal tersebut tidak dijadikan permasalahan ataupun kendala bagi warga masyarakat untuk senantiasa melaksanakan tradisi Nyadran di Pantai Drini. Karena mereka percaya bahwa sang pencipta lebih bisa memahami dan memaknai akan keadaan yang sedang dialami oleh semua manusia.

Nb : Video yang ditampilkan merupakan Prosesi Labuhan di Tahun 2019, sebelum masa Pandemi Covid-19

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung